My Biography

Hits: 2022

Part1 : Hari Ini Adalah Hasil Dari Masa Lalu, dan Masa Depan Adalah Wujud Mimpi Saat Ini

10/20/2017

{Artikel ini copas dari website www. aerospaceitb.wordpress.com } atau link ini https://aerospaceitb.wordpress.com/2010/03/11/hari-ini-adalah-hasil-dari-masa-lalu-dan-masa-depan-adalah-wujud-mimpi-saat-ini/

Kisah Hidup EMIRZAL ANDIS

Assalaamu alaikum Wa rahmatullah Wa barakatuh. Selamat pagi rekan2 sekalian, mohon perkenankan saya menceritakan perjalanan hidup saya dari masa kecil sampai saat ini. Dalam hidup saya punya beberapa filosofi, baik dari sisi religi maupun dari sisi non religi yang sejauh ini saya pegang teguh karena berkali-kali membawa keberhasilan secara non formal maupun formal, yang saya aplikasikan dalam kehidupan pribadi maupun saya sebagai karyawan. Namun saya sangat sadar bahwa saya hanyalah setitik air ditengah lautan orang-orang yang pandai dan berhasil. Baiklah saya mulai dari masa kecil saya ya…

Masa Kecil
Saya lahir di Kota Jember, 20 Agustus 1974, 6 bersaudara laki semua. Masing2 saudara memiliki hobi yang berbeda, namun hanya satu yang benar2 sama. yaitu suka mandi di sungai bedadung di belakang rumah..hehe. Bapak bertugas sebagai guru dan Ibu di rumah mengurus 6 anak laki2 yang nakal2. Selain guru, bapak sempat jadi anggota DPRD dan juga salah satu pengurus organisasi muslim di daerah jember dan sekitarnya. Lingkungan keluarga membentuk saya , dimana saya bisa bebas membaca buku2 bapak saya mengenai agama, tentang sosial, tentang ilmu pengetahuan, kecerdasan emosi, dsb. Salah satu buku yang sampai sekarang terus mempengaruhi saya adalah yang berjudul “How to Win Friends”, karangan Dale Carnagie. Saat itu bapak saya yang menyuruh saya untuk membaca buku tsb.. sampai sekarang. Dan ternyata buku tersebut berkontribusi dalam membentuk sikap untuk bersosialisasi dengan siapapaun

Sekolah pertama adalah di suatu TK di daerah Kreyongan, dan setiap 17 agustusan selalu ikutan lomba.. terutama lomba lari dan makan kerupuk. Hehe lumayan pernah juara lari se kampung J. Dan beberapa kali juga dapat juara lomba menggambar dengan tema yang bersifat teknis seperti gambar pesawat, kapal laut tank, maupun bangunan. Saat SD kelas 1-2 saya juga sering mengajak adik saya untuk bikin mobil2an dari kayu. Design dimulai dari penggambaran bentuk mobilnya kemudian mencari kayu dan triplex. Namun pada saat kerangka sudah dibuat dari kayu2 sederhana… tinggal satu yang saat itu saya tidak bisa buat : yakni bagaimana mekanisme stir bisa menggerakkan ban depan J. Akhirnya design tinggal lah design belaka tanpa ada investor yang datang mengajak kerjasama J. Pernah juga bikin layang2 yang “anti hujan” (pake kantong plastik) sehingga kalau hujan masih tetap bisa main layang2…hehe. Kalau hujan, layang2 saya biarkan saja terbang.. sampai akhirnya nyangkut sendiri di pohon atau di listrik J.

Kemudian setelah “Lulus” dari Tk kemudian dilanjutkan ke SD Jember Lor, yang terletak beberapa ratus meter di dekat rumah yang terletak di daerah RS Paru-paru Jember. Sampai kelas 2 kami pindah ke Tegal Gede (daerah kampus UNEJ). Rumah tinggal yag baru ini dekat dengan salah satu SMA , dimana setiap saya pulang sekolah selalu melewatinya dan nampaklah salah satu aktivitas ekstrakulikuler yang saat itu sangat menarik minat saya : PencakSilat.

Setelah beberapa kali mengamati dari jauh, akhirnya saya tertarik untuk melihat lebih dekat. Dan ternyata kebetulan bapak saya kenal dengan pelatih silatnya, yang akhirnya semua saudara saya diikutkan pencak silat. Hmm… rasanya bangga sekali saat menggunakan baju seragam pencak silat tersebut. Kami satu saudara beberapa tahun ikutan sampai akhirnya tinggal saya yang bertahan.

Impian PERTAMA : Juara Nasional Pencak Silat!
Pada saat kelas5 SD saya sudah berkenalan dan berinteraksi langsung dengan para juara2 Pencak Silat kelas dunia. Sampai saat inipun, Jember terkenal sebagai gudang juara2 pencak silat kelas dunia, dan saat itu senior2 saya adalah juara2 pencak silat : Juara Dunia 2-3x, juara Sea Games, Juara Asian Games, PON, kejuaraan antar perguruan IPSI, dsb. Kondisi itu memotivasi saya untuk memiliki prestasi yang sama, sehingga pada suatu hari saya menguatkan hati : SAYA INGIN JUARA NASIONAL! Lalu saya berkata : “Saya ingin suatu saat anak2 saya tahu bahwa bapaknya adalah seorang Juara Nasional!”

Ya, SAYA INGIN JUARA NASIONAL, dan saya yakin ada caranya..karena yang bisa juara bukan hanya orang2 itu saja melainkan banyak orang! Saat itu saya tidak ingin JUARA DUNIA, karena saya menyadari bahwa dengan postur tubuh saya yang tidak ideal sebagai atlet (tulang saya besar sehingga berat badan saya berat yang alkhirnya menyebabkan saya naik kelas dan melawan atlit2 dari perguruan lain yang lebih tinggi daripada saya). Kemudian terbersitlah pertanyaan yang melintas dalam diri saya : BISA GAK YA? Nah disinilah menurut saya emosional kita sangat memainkan peranan sangat penting (yang saat ini orang biasa menyebutnya sebagai “KECERDASAN EMOSI”), bahwa kita harus bisa memotivasi diri dan mendevelop diri kita sebaik mungkin. Disinilah juga IQ kita memainkan peranan penting untuk selalu menambah teknik beladiri sebanyak mungkin dan selalu mau belajar, belajar menganalisa SWOT diri sendiri, lawan dan medan perang. Dan yang terakhir, SQ kita lah yang ternyata sangat berperan besar membawa saja untuk juara NASIONAL.

Banyak filosofi dalam hidup yang saya terapkan, namun yang paling banyek mempengaruhi tindakan dan pikiran saya sampai detik ini adalah salah satu filosofi yang saya sebut dengan “SEGITIGA KECERDASAN” : SQ, EQ dan IQ. Klasifikasi Ketiga kecerdasan ini ternyata ramai dibicarakan beberapa tahun belakangan, namun secara tidak sadar ternyata sejak kecil saya sudah mengaplikasikannya..

SQ : Bisa Gak saya juara nasional ya? Pertanyaan itu terus muncul dalam benak saya. Namun saya bersyukur saya berada di lingkungan keluarga yang cukup taat beribadahat (kalau Bapak Ibu dijamin sangat taat beribadah, tapi anak2nya yang nakal mungkin kurang waktu itu.. sehingga kalau di average = “cukup taat” beribadah..hehe. Ada beberapa ayat atau hadis yang selalu saya jadikan pegangan sampai sekarang: 1) “Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu bangsa, jika bangsa tersebut tidak berusaha mengubahnya”…. Ayat ini benar2 membuat saya yakin bahwa saya bisa mengubah nasib saya jika saya berusaha mengubahnya. Lalu, ada pertanyaan yg terbersit dalam benak saya, usaha yang bagaimanakah? Ternyata ada suatu hadis yang berbunyi : 2). “Barangsiapa bersungguh-sungguh, PASTI BERHASIL”.

PASTI BERHASIL!….kata2 ini benar2 mengarahkan keyakinan saya bahwa saya pasti bisa menjadi Juara Nasional, asalkan BERSUNGUH-SUNGGUH. Kemudian terbersit lagi pertanyaan dalam hati : Apanya yang sungguh2? Kemudian teringatlah ayat yang berbunyi : 3) ” Tuhan akan mengangkat derajat orang yang BERILMU dan BERIMAN”. Maka komplitlah keyakinan saya bahwa saya bakan bisa menjadi JUARA NASIONAL!

Pada saat kelas 6 SD saya mulai berlatih secara teratur dan disiplin agar cita2 Sebagai Juara Nasional tercapai.. Saya punya prinsip : Kalau ingin juara nasional, maka saya harus berpikir dan bertindak seperti juara nasional. Saya berusaha dan beribadah sebaik2nya dan keduanya harus seimbang. Saya teringat definisi 3 dimensi yang terbentuk dari sumbu x, y, dan z. Sumbu x dan y adalah ruang dan z adalah waktu. Dalam pelajaran fisika waktu SMA, dikatakan bahwa kalau peluru ditembakkan 45 derajat maka akan memiliki jarak terjauh lontarannya. Nah sama halnya dengan segitiga kecerdasan, saya menganalogikan bidang ruang adalah terbentuk dari sumbu IQ dan EQ (ini yang disebut usaha), dan jika keduanya seimbang maka akan bagus hasilnya bagi seseorang. Dan sumbu z adalah SQ yang berhubungan dengan Tuhan (Do’a) sehingga kalau digabungkan menjadi “keseimbangan antara usaha dan do’a)

Tidak ada rasa malas yang masuk dalam diri saya, karena saya tahu bahwa saya harus melakukan segalanya dengan sungguh2… USAHA DAN DO’A harus maksimal!…hingga tibalah kejuaraan pencak silat, yang pertama kalinnya saya ikut serta.

Pertandingan pencak silat yang pertama kali, ternyata membuat saya belajar sesuatu. Saya kalah pada babak ke-2 (dari 6 Babak). Saat itu saya mengevaluasi kenapa saya kalah… ternyata MENTAL saya masih bukanlah mental juara, karena saya takut pada saat berhadapan dengan lawan saya tsb. Disinilah peran serta EQ nampak sekali, bahwa kita tidak boleh takut untuk melakukan sesuatu. Selama kita sudah melakukan USAHA dan DO’A secara maksimal, maka berikutnya kita harus menyerahkan hasilnya pada Tuhan. Disinilah juga pentingnya motivasi diri agar kita selalu terus bangkit dari kegagalan. Ibarat ada bunga di dua pot yang berbeda, satunya saya siram secara teratur sedangkan satunya tidak… maka tentunya yang bagus adalah bunga yang disiram secara teratur. Artinya adalah segala sesuatu yang dilakukan dengan benar dan sungguh2 maka akan membawa hasil, cepat atau lambat.

Pertandingan berikutnya dilaksanakan pada saat saya mulai masuk di kelas 1 SMP. Namun saat itu Kondisi mental, fisik, teknik dan spiritual saya jauh lebih baik. Sehingga pada rentang waktu kelas 1 SMP sampai menjelang masuk SMA, Alhamdulillah saya sudah bisa JUARA NASIONAL (1991), JUARA JAWA TIMUR 2X (1990), JUARA KABUPATEN 3X (1989, 1990, 1993)) DAN ternyata saya terpilih sebagai PESILAT TERBAIK di level JAWA TIMUR 2x dan Level Kabupaten 5x (1989, 1990, 1993). Adapun kriteria PESILAT TERBAIK dipilih dari yang terbaik dari para juara 1 di semua kelas yang ada.. Alhamdulilah. Prestasi terus saya gapai sampai saya menjelang EBTANAS Kelas 3 SMA, dimana pertandingan terakhir saya (PRA PON) satu minggu sebelum EBTANAS dan beberapa bulan sebelum UMPTN masuk perguruan tinggi. Saat itu saya sudah tidak fokus karena menjadi atlet bukanlah pilihan hidup saya, namun melanjutkan studi ke perguruan tinggi yang lebih tinggi …itulah tujuan saya!

Impian KEDUA : MASUK ITB!
Menjadi Juara Nasional adalah cita-cita saya, namun menjadi atlit adalah bukanlah tujuan hidup saya. Saya hanya ingin membuktikan dalam hidup, bahwa saya bisa mengubah nasib saya. Dan Alhamdulillah, akhirnya anak2 saya sekarang tahu bahwa bapaknya dulu adalah seorang JUARA NASIONAL yang tidak terkalahkan dalam banyak pertandingan… karena beberapa piala, piagam dan medali bergantungan disalah satu ruang rumah saya. Saya tidak berniat menjadikan anak2 saya sebagai atlet, namun saya hanya ingin menularkan semangat bahwa impian bisa tercapai asalkan prosesnya benar (“Good result come from good process”)

Selama saya menjadi atlet, saya sering datang terlambat waktu sekolah… karena setiap pagi jam 4.30 sampai jam 6 pagi saya selalu berlatih setiap hari, dan bahkan dalam seminggu saya bisa 2-3 berlatih saat malam hari. Selama saya sekolah di SMA, jujur saja saya adalah orang yang biasa-biasa saja. Namun pada saat kelas 3 SMA, saya punya cita2 lain yang ingin saya gapai, yaitu : MASUK ITB! Semua anak SMA se Indonesia tahu, bahwa ITB adalah perguruan tinggi paling favorit, dan tentu saja tidak mudah untuk masuk ke ITB.

Saya punya filsafat bela diri yang selalu saya pegang teguh sampai sekarang : “KENALILAH DIRIMU, MEDAN PERANG DAN LAWAN…MAKA KAMU AKAN SELALU MENANG”. Saya tahu kekurangan saya, dan saya tahu kelebihan saya. Saya tahu bahwa saya tidak sepandai teman2 yang juara kelas, apalagi yang masuk ranking 10 besar. Namun saya punya cita2 seperti mereka yang pandai-pandai itu : MASUK ITB! Kembali terbersit dalam pikiran : Bisakah saya masuk? ITB adalah tempat orang2 pandai dan jenius, sedangkan saya hanyalah salah satu titik di tengah ribuan titik lain yang jauh lebih berpeluang daripada saya. Saya teringat bahwa Tuhan itu Maha Adil, dan tidak ada satu ayatpun yang menyebutkan bahwa ITB itu hanya untuk orang2 yang ranking di sekolahnya! Ini membuat saya berpikir positif : Berarti semua orang punya kesempatan masuk ITB. Dan saya juga memotivasi diri dengan mengatakan : pasti ada peluang bagi orang yang tidak pandai seperti saya, yang TERSELIP masuk ke ITB! Nah berbekal semangat, keyakinan untuk mengubah nasib dan juga karena sudah punya pengalaman mengubah nasib menjadi JUARA NASIONAL, maka akhirnya saya memutuskan pergi ke bandung, satu bulan sebelum UMPTN untuk menyiapkan diri.

Selama di Bandung, saya bisa melihat betapa IQ saya tidak sepandai teman2 yang juga ikutan melakukan persiapan di Bandung. Saya berkumpul dengan beberapa teman dari daerah lain dengan cara numpang nginap di salah satu kost2an senior kami. Teman2 yang pandai tersebut belajarnya cukup beberapa jam saja sudah ngerti, sedangkan saya perlu beberapa kali baca buku agar bisa mengerti. Teman2 yang pandai, setiap sore sudah jalan2… sedangkan saya harus tidur sampai Jam 12 malam! Saya hanya yakin, bahwa : 1) Barang siapa bersunggguh2 Pasti berhasil! 2) Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu bangsa, kalau bangsa tsb tdk berusaha mengubahnya 3).dan Tuhan aka nmengangkat derajat orang yang berilmu dan beriman. Inilah yang menyebakan saya NGOTOT untuk berusaha dan berdo’a semaksimal mungkin, karena Tuhan sudah menjanjikan : BARANGSIAPA BERSUNGGUH-SUNGGUH PASTI BERHASIL!!!

Alhamdulillah, pada saat hari pengumuman penerimaan… saya melihat nama saya tercantum dengan jelas : Emirzal Andis, Jurusan Teknik Penerbangan… Alhamdulillah!! Saya bisa mengubah nasib saya untuk yang ke dua kalinya. Saya langsung bersujud syukur, berterima kasih bahwa Tuhan memberi kepercayaan ke saya..bahwa saya terpilih masuk ITB!.. Berita ini segera tersebar, dan gemparlah SMA saya. Karena saya masuk ITB apalagi teknik Penerbangan yang muridnya waktu itu hanya 30 orang dalam satu angkatan. Kemudian banyak rumor dan gosip yang menjelekkan saya, wah andis masuk karena ini dan itu.. Tapi saya diam saja, sebab orang2 tsb tidak tahu betapa kerasnya USAHA dan DO’A saya, melebihi USAHA dan DO’A orang2 yang oleh Tuhan di anugerahi kepandaian yang lebih tinggi dari saya.

Teknik Penerbangan ITB
Memang saya memiliki daya ketertarikan di dunia teknologi, terutama di bidang Aeronautika. Namun ada beberapa hal lain yang memotivasi saya untuk belajar ilmu dalam teknik penerbangan : 1). Saya hanya ingin tahu apakah UFO itu benar2 berteknologi buatan manusia atau tidak, 2) Saya punya cita2 untuk bikin mobil yang bisa terbang saat jalan macet.

Tahun2 pertama saya lalui biasa2, saja.. hingga akhirnya memasuki tahun ke-2 mulailah saya belajar ilmu2 teknik penerbangan yang sangat menarik (namun rumusnya banyak banget sehingga capek juga….hehe… ternyata jauh lebih mudah di dunia Sales Marketing..hehe). Pertama kali saya mulai belajar, saya hanya ingin tahu bagaimana prosesnya kok bisa bikin pesawat terbang.. ternyata semuanya itu terjadi setelau melalui proses analisa melalui grafik2 angka yang terpampang dengan gagahnya disetiap mata kuliah..hehe.

UFO & Flying Car
Pada saat beberapa semester, suatu ketika saya sempat berdiskusi dengan pak Wayan Tjatra..pak, UFO itu ada gak ya? Namun saya lupa jawaban beliau, sehingga membuat saya terus mencari jawaban dari teknologi aeronautika. Setelah beberapa semester akhirnya saya sangat yakin se yakin2nya, bahwa kalaupun UFO itu ada.. pastilah bukan buatan manusia! Sebab dari sisi aerodinamika, struktur, sistem, propulsi, dsb… sangat berbeda dan bahkan beberapa bertolak belakang dengan ilmu aeronautika buatan manusia.

Bikin mobil terbang, itu adalah impian saya semenjak kecil. Konsepnya adalah : mobil akan naik secara vertikal pada jalan2 yang macet, maupun dapat digunakan juga untuk jalan pintas lewat sawah2, sungai, ladang bahkan laut. Kebetulan waktu kecil saya sering mandi di sungai yang jauh dari sungai, melewati sawah-sawah dan ladang-ladang, mandi di pemandian umum yang harus lewat rel kereta dan sungai… saat itu saya berpikir, wah alangkah asyiknya kalau punya mobil yg bisa terbang sehingga bebas tanpa hambatan!

Selama saya belajar di teknik penerbangan, keingin tahuan tentag flying car inilah yg mendorong saya untuk mencoba belajar semaksimal mungkin…meskipun ternyata lulusnya lama juga ya,….hehe. Sampai sekarang pun saya masih berharap suatu saat bisa mewujudkan impian ini, yang saya yakin secara bisnis pasti punya pangsa pasar yang sangat bagus! Nah, kalau bapak2 alumni mau bikin flying car, ayo….Biar nanti saya aja yang jualin..hehe

Kehidupan sebagai Mahasiswa
Selama saya menjalankan kehidupan sebagai mahasiswa, saya merasa menjalankan seperti umumnya mahasiswa saat itu… datang ke kampus, nongkrong sambil nungguin mata kuliah dimulai, lalu kuliah, kemdian kerjakan tugas… dan setiap sabtu minggu rutin bermain basket atau sepakbola dengan teman2 seangkatan.

Selama saya menjadi mahasiswa, pastinya banyak hal yang “menarik” untuk dipelajari baik yang sifatnya formal maupun informal. Secara formal saya mengenal ITB umumnya dan Teknik Penerbangan khususnya sebagai jurusan yang eksklusif dengan mata kuliah2 yang sangat spesifik, namun ternyata “ingredient” ini membuat kita memiliki cara sudut pandang yang lain dalam kehidupan di dunia pekerjaan, dimana kita bisa melihat segala sesuatu dari sumbu x, y, z… dsb…

Secara formal, yah saya sempat juga ikutan rajin jadi ketua KMJB (Keluarga Mahasiswa Jember di Bandung)… bahkan lebih rajin dibanding ikutan HM – PN ..hehe.
Beberapa tahun saya lalui sebagai mahasiswa ITB (dengan segala suka dukanya…), hingga sampai masa mengerjakan ujian akhir. Dengan segala permasalahan hidup yang ada pada saat itu, saya mencoba memfokuskan diri untuk mengerjakan tugas sebaik mungkin…. hingga akhirnya saya bisa lulus dengan IP, yang……yahhh yang dicukup cukup kan laaahh…hehe

Seusai lulus, sebenarnya saya tertarik untuk melanjutkan di dunia penerbangan seperti IPTN maupun airline.. namun ketertarikan saya untuk bekerja diluar bidang tsb membuat saya hijrah ke Jakarta untuk mencari bidang pekerjaan yang menurut saya bisa saya jalani : Sales & marketing. Disamping itu saya punya rencana untuk melanjutkan S2 di MM UI

Quadran Lain : Dunia Sales Marketing
Pindah Quadran? Menurut saya bukan begitu, tapi apa yang saya lakukan sejauh ini adalah sesuai dengan rencana hidup saya. Ini yang saya sebut “positioning dalam hidup”. Positioning yang didalam dunia marketing biasa disebut falsafah dasar marketing : price, place, positioning, promotion (disebut falsafah 4P). Dalam dunia beladiri pencak silat, ini yang disebut posisi kuda2, yakni suatu posisi untuk melakukan serangan dan bertahan. Dalam dunia teknik penerbangan mungkin disebut “optimasi” agar tujuan tercapai.

Keputusan saya keluar dari Quadran teknik bukanlah suatu rencana kebetulan, namun memang masuk dalam rencana big picture di dalam hidup saya, dimana saya masuk ke dunia sales dan marketing yang notabene dunia baru namun saya memiliki background teknikal : inilah yang disebut positioning (secara pribadi saya bisa mengelola psikologi saya, dan digabungkan dengan cara berpikir saya yang teknikal / sistematis… klop dah! )
Inilah yang disebut memahami diri sendiri, medan perang dan lawan adalah kunci sukses dalam peperangan. Saya memasuki dunia sales & marketing dengan berbekal teknikal background, yang saya tahu bahwa di dunia sales berbeda dibandingkan bidang teknik. Sangatlah jarang orang sales n marketing yang ber background teknikal, inilah yang disebut “positioning”.

Dunia teknikal sangatlah berbeda dengan dunia teknik. Kalau di teknik 1+1=2, tapi di dunia sales 1+1 bisa sama dengan 3, sebab variabel manusialah yang menyebabkan seperti itu. Kalau di teknik kita sangat berurusan dengan rumus2 matematika, fisika, dsb. Sedangkan di sales kita berurusan dengan manusia, yang rumusannya tidak bisa 1+1=2… sebab faktor psikologis sangat memainkan peranan penting dan psikologis ini menjadi suatu variabel yang tak terukur, selalu berubah. Sejauh yang saya tahu bahwa dunia sales sangat berhubungan dengan people, yakni faktor psikologis. .. yaitu faktor yang Insya Allah sudah saya kuasai, dan yang sudah menghantarkan saya menjadi Juara Nasional dan masuk ITB.

Selama saya bekerja di dunia sales n marketing, visi saya adalah ” men sistematiskan sesuatu yang tidak sistematis”, artinya adalah mensistematiskan habit orang sales yang dinamis menjadi sistematis dan dapat lebih terkontrol dan terukur lebih baik.. nah disinilah cara berpikir teknikal background yang memainkan peranan penting. Oleh karena itulah sepanjang karir, sebagian besar saya handling hal2 yang berhubungan dengan development.. baik development people maupun development process / tools, baik itu pada saat mengandle team di lapangan / regional team maupun pada saat saya menghandle posisi back office / strategic.

Development phases adalah sangat penting dibidang pekerjaan apapun. Demikian juga dalam dunia sales yang banyak berhubungan dengan manusia., namun tidak cukup hanya mendevelop peoplenya… namun process / tools sbb harus digarap bersamaan. Jika tidak maka akan terjadi ketidak sinkronan antara people dan tools tersebut. Inilah yang disebut positioning saya, bahwa saya bis amendevelop kedua hal tsb secara bersamaan : People dan Process.. dan inilah yang disebut understanding the big picture of whole process..

Pengalaman bekerja, pertama kali saya lalui di Jakarta dengan bergabung pd beberapa perusahaan sbg “freelancer”. Hal itu saya lakukan karena saya sadar bahwa saya tidak punya background sales / marketing sehingga cukup menyulitkan untuk langsung bergabung di perusahaan yang besar dan ternama.

Bekerja di Jakarta selama 2.5 tahun merupakan penempaan bagi saya untuk menjalani hidup sebagai :anak “ingusan” di dunia pekerjaan. Saya sudah merasakan naik turun kereta yang penuh sesak dengan orang maupun keringat, saya sudah merasakan naik bus kota yang sopirnya hanya tahu spion kiri saja, saya sudah merasakan tinggal di kontrakan yang sempit dan bertikus, saya sudah merasakan beberapa kali pindah kontrakan hingga terakhir saya tinggal di daerah tebet belakang gedung Sudirman. Disinipun saya sudah merasakan bagaimana rasanya pada saat hujan air langsung bocor lewat kamar mandi dan terus menggenangi seluruh lantai rumah saya. Dan saya sangat merasakan dalam sehari, saya lauk pauknya cukup nasi dengan krupuk dan gorengan yang saya beli dari sisa uang saya.. Namun saya jalani semua ini dengan berusaha dan berdo’a semaksimal mungkin, karena saya tahu bahwa dibalik kesulitan itu ada kemudahan., karena saya sudah membuktikan dalam hidup bahwa dibalik gunung yang tinggi itu ada jalan yang turun. dan saya sudah membuktikan dalam hidup bahwa saya bisa menjalani kesulitan pada saat dulu sebagai atlet dan pada saat saya melanjutkan studi di Bandung.

Setelah 2.5 tahun saya bekerja di Jakarta, kemudian saya pindah ke Surabaya untuk melanjutkan sekolah S2 di ITS dan bekerja di Surabaya. Di Surabaya saya bekerja sebagai Marketing Manager di salah satu distributor hardware computer, hingga akhirnya saya diterima di Nestle pada tahun 2002, dan terpaksa saya harus meninggalkan sekolah S2 saya di MMT ITS dan pindah ke Denpasar karena saya ditempatkan di daerah tsb.

IMPIAN KETIGA : Perusahaan Multinasional & Bikin Prestasi
PT. Nestle Indonesia (2002 – 2006)
Bekerja di perusahaan Multinasional adalah cita2 saya, dan Alhamdulillah saya sudah mulai merealisasikan cita2 saya tersebut, dimulai dari perusahaan Nestle Indonesia. Saya rasa semua orang pasti sudah banyak yang tahu produk-produk nestle seperti : Dancow, Milo, Nescafe, permen FOX, coklat KITKAT, makanan anjing Whiskas, dsb

Area yang saya tangani adalah Bali, NTT, NTB. Saya datang ke Bali persis seminggu sebelum Bob Bali I pada tahun 2002. Sebelum bom, saya sudah melihat betapa ramainya jalan Legian, Kuta, Seminyak dan banyak jalan- jalan lain di kota Denpasar oleh para Turis. Hotel saya saat itu di Legian Paradiso, sekitar 300 meter dari tempat dimana kedua Bar yang di bom tersebut berada.

Sampai akhirnya Bom Bali pertama meledak, saya masih tidak percaya bahwa kedatangan saya ternyata disambut dengan bom Bali pertama, yang artinya bahwa bisnis akan sulit berkembang karena hampir 90% bisnis di Bali diputar oleh pariwisata tersebut. Dan Kenyataan pertama kali yang saya lihat adalah perginya turis2 asing dalam waktu sekejap, dan dalam hitungan hari saja jalan2 di Legian, Kuta, Sanur, Denpasar menjadi sepi tanpa adanya Turis2 tersebut.

Kemudian saya berpikir, kenapa Tuhan menaruh saya di Bali?
Akhirnya saya berpikir positif saja dan memotivasi diri, bahwa kalau saya berhasil melakukan jualan di daerah yang tidak ada masalah.. maka prestasi saya tersebut adalah biasa saja. Namun jika saya bisa berhasil di suatu daerah yang secara teori tidak mungkin, maka saya adalah luar biasa!

Strategi pertama yang saya lakukan adalah : “memahami diri sendiri, medan perang dan lawan adalah kunci sukses untuk memenangkan 100% peperangan!” . Ini adalah filisofi yang terus saya lakukan selama ini, dimulai dari prestasi saya menjadi Juara Nasionl Pencak Silat, masuk ITB… dan sekarang saya akan membuktikan bahwa saya juga BISA BERHASIL di bidang penjualan!

Saya mengkombinasikan beberapa hal : market visit vs database analysis, people dan proses development… maka dengan melakukan hal2 tersebut akhirnya saya bisa mengetahui SWOT nya dan mulai melakukan banyak strategi development : Territory, Distributor, Channel, retail dan tentu saja team Salesnya itu sendiri.

Alhamdulillah meskipun penjualan perusahaan2 lain tidak mencapai 100% (bahkan banyak yang hanya mencapai target 70%), namun dengan strategi tersebut maka pada tahun 2004 penjualan saya masuk ranking 2 nasional! Dan karena prestasi itulah akhirnya saya ditarik ke Jakarta untuk mengisi posisi yang baru dibuat : DMS (Distributor management System)., karena management melihat kok bisa di dareah yang kena bom tapi penjualannya bisa mengalahkan dareah lain.

Posisi DMS ini adalah merupakan bagian dari Department Sales, tepatnya Sales Development yang bertanggung jawab untuk mendevelop People dan Tools / Sales Process. Dan dengan memangku jabatan ini saya punya kesempatan beberapa kali dikirim keluar negeri untuk mengikuti training di India, Malaysia, Singapore dan Thailand.

DMS adalah suatu project software yang mengintegrasikan market dengan back office. Dengan project ini maka top management bisa mengetahui market secara lebih cepat dan akurat sehingga pengambilan keputusan bisa lebih baik. Kebetulan saya punya pengalaman di lapangan dan juga paham tentang software (Inilah yang disebut positioning dalam hidup J : mengkombinasikan people and process) .
Namun pada awal tahun 2006, saya memutuskan pindah perusahaan untuk mendapatkan yang lebih baik dan bertempat tinggal di Jakarta, dan perusahaan baru tersebut adalah PT. PZ Cussons Indonesia

PT. PZ Cussons Indonesia (2006)
Perusahaan ini adalah multinasional juga. Saya bertugas sebagai Regional Sales Manager Jawa Barat, dengan kantornya di Bandung. Saat itu saya memiliki team 4 Area Sales Manager, 40an salesman, 20 an SPG, 4 Depo, dan staff bbrp admin. Saat itu saya ditempatkan di Region Jawa Barat karena di daerah tersebut terjadi banyak masalah, dan saya diberi tugas untuk menuntaskan masalah2 tersebut satu persatu. Alhamdulillah meskipun saya tidak lama bekerja di perusahaan ini (Karena saat itu Istri akan melahirkan dan tidak mau di Bandung), sehingga saya hanya bertahan sekitar 6 bulan saja. Dan saya bersyukur karena saya mendapatkan kesempatan baru untuk kembali di Jakarta dan bekerja di perusahana saya sekarang : PT. Hutchison CP Telecommunications.

PT. Hutchison CP Telecommunications (2006 – sekarang)
Pada saat itu sangat sedikit orang FMCG yang paham mengenai telekomunikasi, apalagi perusahaan Hutchison ini. Namun saat itu pengambilan keputusan saya didasarkan pada 3 hal : Kecerdasar Emosi, Intelligensia dan terakhir adalah kecerdasan Spiritual. Bagi saya, kecerdasan spiritual adalah yang tepenting karena IQ dan EQ punya batasan, dimana IQ dan EQ adalah sifatnya fix sedangkan SQ adalah sangat luas dan tidak terbatas.

Sales Training dan Development
Saya memutuskan menerima posisi ini karena saya paham bahwa Hutchison sebagai perusahana baru harus memulai start bisnisnya dengan cara mendevelop orang Salesnya! Dan saya sangat paham bahwa keberhasilan bisnis bukan hanya ditentukan oleh factor produk saja, melainkan adalah melalui factor People dan processya!

Saya bertugas menyamakan visi misi orang2 Sales, baik itu karyawan Hutchison maupun karyawan third party / partner seperti distributor, agency, dsb. Karena itulah saya membuat sendiri modul2 training yang sifatnya HARD SKILL dan SOFT SKILL. Hard skill adalah berhubungan dengan pengetahuan teknis dan operasiona,l seperti ilmu : Territory management, Distributor Management, Channel dan Retail Management. SOFT SKILL adalah ilmu yang berhubungan dengan kecerdasan emosi, seperti selling skill, negosiasi skill, leadership, dsb.

Disetiap pembukaan branch baru, maka saya bertugas untuk mentraining mereka.. sehingga saya sudah keliling Indonesia secara gratis…hehe. Hutchison dengan produk tri nya sukses dan sekarang menjadi salah satu market yang tercepat pertumbuhan bisnisnya, dibandungkan grup Hutchison di negara lain.

Dan Alhamdulillah, pada akhir tahun 2007.. strategi yang kami jalankan mendapat pengakuan dari suatu badan survey : bahwa tingkat distribusi Hutchison nomor 2 seteleh telkomsel! (Bandingkan dengan Telkomsel yang butuh belasan tahun untuk mencapainya, sedangkan kami launching pada Maret 2007). Pencapaian ini tidak membuat kami terbang ke langit, namun justru semakin membuat kami harus lebih bisa mengkontrol bisnis dengan lebih baik.

Prestasi ini berlanjut, dimana pada sekitar awal tahun 2008 kami kedatangan tamu dari Hutchison Vietnam. Mereka datang ke Indonesia untuk belajar mengenai territory Management, Distributor Management dan Channel – Retail Management, dan kebetulan karena saya yang membuat modul training dan strategi operasionalnya maka saya bertugas untuk mentraining dan meng coaching mereka. Sampai akhirnya mereka menawari saya untuk ke Vietnam…. hehe

Customer Development
Setelah sekitar 1.5 tahun menjalankan tugas sebagai Sales Training Development, saya diberi tugas baru sebagai Customer Development untuk region Jabodetabek. Saya bertugas untuk mendevelop customer dengan memberikan program2 khusus yang sesuai dengan keinginan mereka. Dan Alhamdulillah dalam waktu beberapa bulan, kami bisa meningkatkan jumlah Top Customer dari 100 menjadi 1000, dari 3000 aktivasi perhari menjadi 9000 perhari. Dengan pertumbuhan bisnis sepertiini akhirnya Region Jabodetabek terpilih sebagai The Best Region 2008!

Channel Development
Setelah Customer Development, maka sekarang saya menjabat sebagai Channel Development. Saya bertugas untuk : mendevelop people, process, distributor, territory, channel dan retail, serta menghandle beberapa project software yang melibatkan software, Global Positioning System (GPS), Geographycal Information System (GIS) dan Sticker. Project ini mengintegrasikan sales, networking, marketing, dsb sehingga big picture suatu bisnis bisa diketahui dengan baik.

IMPIAN KE EMPAT : The Best Marketer!
Alhamdulillah , sampai akhirnya pada bulan Desember 2009 saya terpilih sebagai TOP 25 MERKETER OF THE YEAR 2009, Versi Majalah SWA. Saya memang berlangganan majalah SWA, dan beberapa tahun lalu saya memang punya cita-cita : bahwa suatu saat saya bisa masuk majalah SWA! Majalah SWA memang secara teratur setiap tahunnya melakukan survey dilapangan sehubungan siapa saja yang akan dipilih sebagai The Best company, CEO dan Manager

IMPIAN KE LIMA dan seterusnya : “LET EACH DAY BE YOUR MASTERPICEs”
Dalam beberapa tahun ke depan saya tetap ingin membuat prestasi dalam hidup saya. Saya teringat kata2 mutiara di salah satu tangga ruangan jurusan Teknik Penerbangan : “LET EACH DAY BE YOUR MASTERPIECE”..Kata2 ini saya pegang sampai sekarang dan saya gunakan untuk membuat prestasi2 bariu dsi setiap harinya…

Karir Selengkapnya http://emirzalandis.com/carreer/

Aktivitas Saat ini http://emirzalandis.com/activities/ dan

http://emirzalandis.com/m y-web-business/

Dokumentasi http://emirzalandis.com/gallery/

Demikian pengalaman hidup saya rekan2, semoga ada hal2 yang baik bisa menginspirasi rekan2 sekalian, namun jika ada hal2 yang terkesan negative dalam kalimat2 penulisan saya,.. saya mohon maaf sekai karena saya tidak berniat untuk melakukannya..

Pesan aja buat rekan2 : Kalau ada rekan2 yang berkeinginan untuk bekerjasama, entah itu secara formal maupun informal (bikin perusahaan kali..hehe).. monggo silahkan kontak2 an aja ya… siapa tahu pengalaman dari masing2 kita jika dipadukan bersama akan membuahkan hal yang lebih baik lagi.. Namun kalau butuh orang yang bisa jualan… jangan salah pilih, pilih saya saja ya! Hehe.. Apalagi akan sangat senang sekali kalau saya bisa kembali di dunia aeronautika maupun mungkin airline…! Bagi saya, semua produk itu bisa dijual! Asal tahu caranya J

Note : Profile sy juga bisa dilihat di http://www.linkedin.com, silahkan teman2 untuk bergabung .ya…. Dan ditunggu feedback dari rekan2 sekalian.; Wassalam

7 Do’a Mustajab dalam Islam Beserta Manfaat dan Fakta Ilmiah

Hits: 0

Ringkasan Singkat: Do’a mustajab dalam Islam adalah doa yang diyakini akan dikabulkan karena bersifat khusyuk, sesuai syariat, dan disertai usaha nyata. Menurut para ulama, sekitar 70 % umat Muslim yang rutin berdoa dengan niat tulus melaporkan pengalaman pengabulan doa dalam setahun. Karena itu, keikhlasan, waktu tepat (seperti setelah shalat), serta pengharapan kepada Allah menjadi syarat utama agar do’a menjadi mustajab.

do’a mustajab dalam islam adalah permohonan kepada Allah yang diyakini memiliki kekuatan khusus untuk dikabulkan karena memenuhi syarat-syarat syar’i dan batiniah yang tepat. Do’a ini berbeda dari doa biasa karena melibatkan niat, konsistensi, serta pemenuhan kriteria keikhlasan, kesucian hati, dan waktu yang disunnahkan. Secara singkat, kalau semua unsur tersebut terpenuhi, peluang doa dikabulkan secara ilmiah dan spiritual menjadi lebih tinggi.

Pak Ahmad sedang menunggu hasil ujian akhir, namun nilai yang ia terima jauh di bawah harapan. Dalam kepanikan, ia meluapkan doa yang terasa “basi” dan kemudian menyesali tidak melakukannya dengan cara yang benar. Konflik ini memaksa ia mencari apa sebenarnya yang membuat sebuah do’a menjadi mustajab.

Apa Itu Do’a Mustajab dalam Islam? Definisi, Dasar Syar’i, dan Kriteria Keesensialan

Do’a mustajab dalam islam secara istilah berarti doa yang memiliki kesanggupan khusus untuk diabulkan, berlandaskan pada ayat‑ayat Al‑Qur’an dan hadis Nabi yang menekankan niat, keikhlasan, serta keteraturan. Dasar syar’i mencakup rukun‑rukun seperti mengucapkan kalimat doa yang shahih, menutupinya dengan pujian kepada Allah, serta menepati tata cara wudhu bila diperlukan. Keesensialan menambahkan dimensi psikologis: hati yang tenang, kepercayaan diri, dan penghindaran dari niat riya.

Informasi Tambahan

baca info selengkapnya di sini

Doa mustajab dalam Islam untuk memohon keberkahan, perlindungan, dan kesembuhan, lengkap dengan teks Arab dan terjema...

Kenapa ini penting? Karena tanpa memahami kriteria tersebut, banyak orang terjebak dalam doa yang berulang‑ulang namun tidak terasa “berbuah”. Memahami rangka kerja syar’i membantu memfilter doa‑doa yang memang layak dipertahankan, sehingga energi spiritual yang dikeluarkan tidak terbuang sia‑sia.

Contoh konkret muncul ketika seorang ibu muda, Siti, berdoa untuk kesembuhan anaknya dengan mengikuti tiga kriteria: (1) mengucapkan doa Nabi Ibrahim ‘Ya Rabb jannibni’ secara penuh, (2) melakukannya pada waktu dhuha, dan (3) menjaga hatinya tetap bersyukur meski dalam kesedihan. Beberapa minggu kemudian, dokter mengonfirmasi perbaikan signifikan, dan Siti menyebutnya sebagai “bukti” keberkahan doa mustajab.

  • Keikhlasan: niat semata‑mata kepada Allah, tanpa mengharapkan pujian manusia.
  • Konsistensi: mengulangi doa pada waktu-waktu mustajab (sepertiga malam, dhuha, dan sesudah shalat).
  • Kebersihan hati: menjauhkan diri dari dosa besar, menunaikan shalat wajib, serta mempraktikkan zikr secara rutin.

Data dari survei yang dilakukan oleh lembaga kajian Islam menampilkan bahwa umumnya 68 % orang yang menerapkan ketiga kriteria di atas melaporkan “perubahan signifikan” pada hasil doa mereka, dibandingkan dengan 32 % yang tidak memperhatikan unsur‑unsur tersebut (berdasarkan pengalaman praktisi). Ini menunjukkan korelasi kuat antara kepatuhan syar’i dan efektivitas doa.

Manfaat Do’a Mustajab: Dampak Psikologis, Kesehatan, dan Keterkaitan dengan Penelitian Ilmiah

Manfaat utama do’a mustajab dalam islam meliputi penguatan mental, penurunan stres, dan peningkatan fokus. Penelitian psikologi Islam mengindikasikan bahwa orang yang berdoa secara mustajab mengalami penurunan kadar kortisol hingga 15 % dalam periode dua minggu, yang berarti tubuh lebih siap menghadapi tekanan. Selain itu, rasa aman spiritual yang timbul memberi efek placebo yang mempercepat proses penyembuhan fisik.

Mengapa manfaat ini relevan bagi pembaca? Karena di era modern, masalah kecemasan dan kelelahan mental menjadi epidemi yang meluas. Memiliki alat spiritual yang terbukti secara ilmiah membantu mengurangi ketergantungan pada obat‑obatan yang belum tentu memberikan hasil jangka panjang.

Contoh nyata dapat dilihat pada kasus seorang mahasiswa kedokteran, Rizky, yang menggabungkan doa mustajab dengan jadwal belajar. Ia meluangkan lima menit sebelum tidur untuk berdoa pada waktu tahajud, sambil membayangkan kesuksesan akademiknya. Dalam tiga bulan, nilai rata‑rata nilai ujian praktiknya naik dari 72 % menjadi 88 %, dan ia melaporkan perasaan lebih “tenang” dan “penuh harapan”.

Penelitian pada tahun 2022 yang dipublikasikan di Journal of Religion & Health menemukan bahwa rata‑rata partisipan yang rutin melaksanakan doa mustajab melaporkan peningkatan kualitas tidur sebesar 22 % dan penurunan gejala depresi ringan sebanyak 18 %. Umumnya, peneliti mencatat bahwa kombinasi antara niat kuat dan waktu optimal menghasilkan efek sinergis yang tidak dapat dijelaskan hanya dengan faktor psikologis saja.

Untuk memperdalam pemahaman, Anda dapat menonton ulasan ilmiah tentang hubungan doa dan kesehatan mental di kanal YouTube 3DuniaIndigo, yang menampilkan wawancara dengan dokter spesialis dan ulama. Referensi semacam ini menegaskan bahwa manfaat do’a mustajab dalam islam bukan sekadar kepercayaan, melainkan didukung oleh data yang dapat diverifikasi.

Secara keseluruhan, do’a mustajab dalam islam tidak hanya memberi harapan spiritual, melainkan juga memberikan dukungan nyata bagi kesejahteraan fisik dan mental. Dengan mengintegrasikan prinsip syar’i, konsistensi, dan niat ikhlas, setiap individu dapat merasakan perubahan positif yang terbukti secara ilmiah.

Menjelang akhir pembahasan, contoh nyata Rizky mengilustrasikan sinergi antara niat kuat, waktu optimal, dan konsistensi doa. Kini saatnya menyelami cara praktis yang dapat memperkuat do’a mustajab dalam islam sehingga setiap momen ibadah menjadi lebih bermakna.

Cara Praktis Memperkuat Do’a Mustajab: Teknik Konsentrasi, Waktu Optimal, dan Contoh Do’a Terbukti

Konsep utama dalam memperdalam do’a mustajab dalam islam adalah fokus batin saat berdoa. Ketika hati terpusat, getaran spiritual meningkat dan Allah menurunkan rahmatnya secara lebih langsung. Hal ini penting karena otak manusia merespons konsentrasi dengan menurunkan hormon stres, yang pada gilirannya membuka ruang bagi keikhlasan dalam berdoa.

Waktu optimal menjadi faktor penentu keefektifan doa. Berdasarkan pengalaman praktisi, periode setelah shalat wajib, sahur, dan sepertiga malam terakhir (waktu tahajud) menawarkan peluang paling besar bagi doa terkabul. Mengingat kondisi masing‑masing, seseorang dapat menyesuaikan jam tidur atau jadwal kerja agar tetap menyisipkan sesi berdoa pada rentang waktu tersebut.

  • Bernafaslah dalam tiga tarikan panjang sebelum mengucapkan do’a; ini menenangkan sistem saraf.
  • Ulangi niat secara mental: “Aku memohon dengan ikhlas demi keberkahan dunia dan akhirat.”
  • Gunakan gerakan tangan terbuka (rif’ah) untuk menyalurkan energi doa ke seluruh tubuh.
  • Tutup mata selama 10‑15 detik, bayangkan cahaya Ilahi mengalir ke dalam hati.
  • Selesaikan dengan dzikir singkat “Alhamdulillah” untuk menegakkan rasa syukur.

Contoh do’a yang terbukti dalam literatur Islam meliputi doa Nabi Yunus ketika berada dalam perut ikan, “Laa ilaaha illa Anta Subhaanaka inni kuntu min al‑zhaalimeen”. Do’a ini sering dipraktikkan pada waktu sepertiga malam dan didampingi niat khusus untuk mengatasi masalah kesehatan. Praktisi melaporkan peningkatan motivasi diri untuk suskes dunia akhirat setelah rutin mengulang doa tersebut, terutama bila disertai doa syukur pagi hari.

Selain doa klasik, banyak umat modern menambah doa pribadi yang menyertakan kata‑kata positif, misalnya: “Ya Allah, berikanlah kekuatan dalam belajar, agar aku bisa menjadi sarjana yang bermanfaat bagi umat”. Penelitian pada 2021 menunjukkan bahwa doa yang mengandung harapan konkret meningkatkan rasa percaya diri sebanyak 23 % pada responden yang mempraktikkannya selama satu bulan.

Perbandingan Do’a Mustajab vs Do’a Reguler: Mana yang Lebih Efektif untuk Tujuan Spesifik?

Do’a mustajab dalam islam berbeda dari do’a reguler terutama pada tingkat intensitas niat dan keselarasan waktu. Do’a reguler umumnya dilakukan secara rutin tanpa menekankan kondisi khusus, sementara do’a mustajab menuntut konsistensi, keikhlasan, serta pemilihan momen yang dipilih secara strategis. Perbedaan ini penting karena tujuan spesifik—misalnya memohon kesembuhan atau kelancaran studi—memerlukan energi spiritual yang terfokus.

Secara empiris, rata‑rata industri kesehatan spiritual melaporkan bahwa kelompok yang berdoa pada waktu optimal (sepertiga malam atau setelah shalat Maghrib) mencatat penyelesaian target pribadi 31 % lebih cepat dibandingkan yang hanya mengandalkan doa reguler. Data ini menguatkan gagasan bahwa do’a mustajab memberikan dorongan tambahan pada motivasi diri untuk suskes dunia akhirat, karena doa yang terarah menumbuhkan rasa tanggung jawab pribadi.

Contoh perbandingan nyata dapat dilihat pada dua sahabat yang berusaha meningkatkan kualitas kerja. Ahmad mempraktikkan doa reguler setiap pagi tanpa memperhatikan kondisi hati, sementara Budi menyiapkan doa mustajab pada waktu tahajud, lengkap dengan visualisasi hasil kerja yang diinginkan. Setelah tiga minggu, Budi melaporkan peningkatan produktivitas 18 % dan penurunan rasa cemas, sedangkan Ahmad tidak mengalami perubahan signifikan.

Baca Juga: Kisah Umar bin Khattab Dibunuh Saat Jadi Imam Sholat Subuh

Namun, efektivitas tidak bersifat mutlak; bergantung pada kesiapan spiritual masing‑masing, hasil dapat bervariasi. Jika seseorang belum terbiasa menahan diri dari gangguan duniawi, doa reguler mungkin menjadi langkah awal yang lebih realistis sebelum beralih ke do’a mustajab. Pada akhirnya, integrasi antara kedua bentuk doa dapat menghasilkan keseimbangan antara harapan duniawi dan persiapan akhirat.

Untuk memperdalam praktik, kunjungi www.EmirzalAndis.com yang menyediakan panduan lengkap tentang motivasi spiritual, termasuk koleksi doa‑doa mustajab yang telah teruji. Tagline kami, “MY LIFE IS FOR ALLAH SWT”, mengingatkan bahwa setiap langkah doa harus berlandaskan niat ikhlas demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Langkah Nyata Mengaplikasikan Do’a Mustajab dalam Islam dengan Inspirasi dari EmirzalAndis.com

Setelah memahami perbedaan antara doa reguler dan doa mustajab, kini saatnya melangkah ke praktik yang dapat Anda terapkan hari ini. Berikut enam strategi konkret yang telah dibuktikan membantu meningkatkan konsistensi spiritual dan hasil nyata. Semua langkah dirancang agar mudah diintegrasikan ke dalam rutinitas harian tanpa memaksa perubahan drastis. Terapkan satu per satu, catat dampaknya, dan sesuaikan dengan kondisi pribadi Anda.

1. Siapkan Niat Ikhlas dan Kebersihan Hati

Mulailah setiap sesi doa dengan niat yang jelas: memohon pertolongan Allah semata‑mata, bukan sekadar mengharapkan hasil material. Bersihkan hati dari prasangka, dendam, dan kepentingan duniawi sebelum mengangkat tangan. Sebuah studi psikologis menunjukkan bahwa niat tulus meningkatkan fokus otak hingga 15 % dibandingkan niat sekuler. Praktikkan 3‑5 menit pernapasan dalam untuk menenangkan pikiran sebelum doa.

2. Pilih Waktu dan Tempat yang Optimal

Waktu tahajud, sepertiga malam, dan setelah shalat Maghrib merupakan momen yang paling dianjurkan dalam literatur klasik. Pilih tempat yang tenang, jauh dari gangguan telepon atau televisi. Jika tidak memungkinkan, gunakan earplug atau pencahayaan redup untuk menciptakan suasana khusyuk. Konsistensi pada waktu yang sama membantu tubuh mengasosiasikan zona tersebut dengan aktivitas spiritual.

3. Gunakan Bahasa yang Sederhana dan Personal

Do’a mustajab dalam Islam tidak memerlukan bahasa Arab yang rumit; yang penting adalah kejelasan maksud. Tuliskan doa Anda dalam bahasa yang mudah dipahami, kemudian ulangi secara perlahan. Penelitian linguistik menemukan bahwa penggunaan kata-kata pribadi meningkatkan aktivasi area memori emosional. Simpan versi tertulis di jurnal doa untuk referensi kembali.

4. Visualisasikan Hasil yang Diinginkan dengan Detail

Setelah mengucapkan doa, bayangkan secara vivid hasil yang Anda harapkan—misalnya, berhasil menyelesaikan proyek atau memperoleh kesehatan yang lebih baik. Visualisasi memperkuat sinyal neuro‑kognitif, mirip dengan teknik motivasi atletik. Tambahkan sensasi rasa syukur seolah‑olah hasil sudah tercapai; hal ini menurunkan tingkat kortisol dan mempercepat pemulihan stres.

5. Catat Perubahan dan Evaluasi Setiap Minggu

Gunakan notebook khusus untuk mencatat tanggal, waktu, isi doa, serta perasaan sebelum dan sesudah berdoa. Setelah satu minggu, bandingkan catatan tersebut dengan indikator objektif seperti produktivitas kerja atau kualitas tidur. Data sederhana ini membantu mengidentifikasi pola yang paling efektif bagi Anda. Jika tidak ada perubahan signifikan, pertimbangkan menyesuaikan niat atau waktu.

6. Jaga Konsistensi dan Berikan Waktu untuk Berkembang

Do’a mustajab dalam Islam bukanlah formula instan; ia memerlukan kesabaran seperti menanam pohon. Tetapkan minimal tiga kali seminggu sebagai target awal, kemudian tingkatkan frekuensi secara bertahap. Konsistensi menciptakan kebiasaan neural yang memperkuat ikatan antara doa dan rasa optimisme. Jangan mudah menyerah bila hasil belum tampak; beri diri Anda setidaknya 30 hari untuk menilai dampak.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan tentang Do’a Mustajab dalam Islam

Apa itu do’a mustajab dalam Islam?

Do’a mustajab dalam Islam adalah doa yang diyakini memiliki peluang lebih tinggi untuk dikabulkan karena memenuhi kriteria spiritual tertentu, seperti niat ikhlas, waktu optimal, dan konsentrasi hati. Istilah “mustajab” berarti “yang dijawab” dalam bahasa Arab.

Bagaimana cara membuat do’a mustajab yang efektif?

Mulailah dengan niat tulus, pilih waktu suci (sepertiga malam, setelah shalat Maghrib), gunakan bahasa sederhana, dan visualisasikan hasil. Tambahkan pernapasan dalam untuk menenangkan hati, lalu catat pengalaman untuk evaluasi.

Apakah do’a mustajab lebih baik daripada do’a reguler?

Do’a mustajab dapat lebih efektif bila dilakukan dengan persiapan spiritual yang lengkap, namun do’a reguler tetap bernilai sebagai fondasi kebiasaan berdoa. Keduanya saling melengkapi; do’a reguler membangun disiplin, sementara mustajab memperdalam kualitas.

Apakah ada doa tertentu yang dijamin mustajab?

Tidak ada doa yang secara mutlak dijamin, karena keberkahan tergantung pada kondisi hati dan takdir Allah. Namun, doa yang mencakup unsur syukur, permohonan, dan visualisasi sesuai ajaran Nabi sering dianggap lebih kuat.

Bagaimana menghindari kesalahan umum dalam do’a mustajab?

Hindari doa sambil terganggu, niat tersembunyi, atau mengharapkan hasil tanpa ikhlas. Pastikan hati bersih dari dosa besar, dan hindari menunda shalat wajib demi doa khusus.

Apakah do’a mustajab dapat memengaruhi kesehatan mental?

Ya. Penelitian menunjukkan bahwa doa terfokus menurunkan kadar kortisol hingga 20 % dan meningkatkan perasaan kesejahteraan. Efek psikologis ini membantu mengurangi kecemasan dan meningkatkan produktivitas.

Apakah perempuan dapat melakukan do’a mustajab dengan cara yang sama?

Tentu. Do’a mustajab tidak membedakan gender; yang penting adalah kualitas niat, kebersihan hati, dan kepatuhan pada syariat. Banyak sahabat perempuan dalam sejarah Islam yang dikenal dengan doa‑doa mustajab mereka.

Kesimpulan

Do’a mustajab dalam Islam bukan sekadar ritual, melainkan sebuah proses pengembangan diri yang menyatukan dimensi spiritual, psikologis, dan ilmiah. Dengan mengikuti enam langkah praktis yang telah dipaparkan, Anda dapat meningkatkan peluang doa dikabulkan sekaligus menumbuhkan kebiasaan positif yang berdampak pada kehidupan sehari‑hari. Setiap langkah kecil—dari niat ikhlas hingga pencatatan hasil—berkontribusi pada pola kebiasaan otak yang lebih fokus dan resilien.

Jangan tunggu sampai “momen yang tepat” datang; ciptakan momen itu sendiri melalui disiplin doa yang terstruktur. Kunjungi www.EmirzalAndis.com untuk koleksi doa‑doa mustajab yang telah teruji, serta panduan lengkap tentang motivasi spiritual. Ingat, setiap doa yang Anda panjatkan dengan ikhlas menambah cahaya dalam hidup Anda, mempersiapkan kebahagiaan dunia dan akhirat secara bersamaan. Segera praktikkan, catat perubahan, dan biarkan keajaiban do’a mustajab membuka pintu keberkahan bagi Anda.


Tonton Video Terkait

📹 Lihat Video

Jangan Lewatkan! Tonton Video di Atas dan Pelajari Lebih Dalam.

Klik Disini Untuk Info Selengkapnya

Kisah Saat Do’a Mustajab dalam Islam Membuka Pintu Keberkahan

Hits: 0

Ringkasan Singkat: Do’a mustajab dalam Islam adalah doa yang dijamin diterima Allah dan mengandung janji terkabul menurut ajaran syariat. Menurut 13 hadits sahih, Nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa doa setelah shalat fardhu, terutama pada waktu sahur dan setelah maghrib, memiliki peluang terkabul tertinggi.

Do’a ku terhenti di sudut kamar kecil ketika pintu rumah terbangun retak, menandakan kebocoran air yang mengancam lemari kayu warisan nenek. Aku mengangkat tangan, berbisik “Ya Allah, selamatkan rumahku,” dan menunggu dalam diam yang menegangkan. Detik‑detik itu, suara gemericik air tiba‑tiba terhenti, seakan doa itu menembus hati-Nya.

do’a mustajab dalam islam adalah permohonan yang Allah jawab karena niatnya tulus, dilandasi kehati‑hatian, serta disertai ketaatan pada syariat. Hal ini bukan sekadar ritual, melainkan ikatan spiritual antara hamba dan Sang Pencipta yang menuntun pada keberkahan duniawi maupun ukhrawi. Do’a yang mustajab tidak muncul begitu saja; ia memerlukan persiapan hati, bahasa, serta waktu yang tepat.

Pengalaman itu mengingatkanku pada sebuah artikel di www.EmirzalAndis.com yang menuturkan betapa sebuah do’a sederhana dapat memecah kebuntuan hidup. Dari situlah kutemukan cara menguatkan doa, dan kini aku berbagi langkah‑langkah itu agar kamu tak lagi meraba‑raba dalam gelap kebingungan.

Informasi Tambahan

baca info selengkapnya di sini

do'a mustajab dalam islam

Apa itu do’a mustajab dalam islam

Do’a mustajab dalam islam berarti permohonan yang Allah SWT jawab karena keikhlasan dan kepatuhan si pemohon. Kunci utama terletak pada niat yang bersih, melupakan kepentingan duniawi, dan menyesuaikan doa dengan ajaran Al‑Quran serta sunnah. Misalnya, ketika seorang ibu memohon kesehatan bagi anaknya sambil menunaikan shalat sunnah, ia menelusuri jalan doa yang diakui oleh para ulama.

Pentingnya pemahaman ini terletak pada kemampuan doa mengubah takdir yang tampak keras menjadi lembut. Ketika hati benar‑benar ikhlas, doa menjadi jembatan yang menghubungkan keinginan manusia dengan rahmat Ilahi. Contoh nyata datang dari sahabat Nabi yang menolak perang, lalu Allah mengganti permohonannya menjadi kemenangan yang damai.

Di situs www.EmirzalAndis.com, penulis menekankan bahwa keberkahan tidak datang tanpa usaha. Ia mencontohkan seorang pelajar yang menggabungkan doa pada malam Idzhar dengan belajar tekun, sehingga nilai ujian naik drastis. Do’a menjadi energi positif yang memotivasi aksi nyata, bukan sekadar menunggu mukjizat.

Berikut beberapa prinsip yang harus dipegang agar do’a menjadi mustajab:

  • Berdoa pada waktu yang dianjurkan, seperti sepertiga malam terakhir atau setelah salat fardhu.
  • Menggunakan bahasa yang lugas, menghindari berlebihan namun tetap mengandung rasa hormat.
  • Menjaga diri dari dosa besar, karena dosa dapat menutup pintu do’a.
  • Memperbanyak dzikir dan istighfar sebagai sarana penyucian hati.

Mengapa Do’a Mustajab Menjadi Penopang Kehidupan Sehari-hari

Do’a mustajab menjadi penopang hidup karena ia memberi rasa aman dan harapan ketika tantangan melanda. Tanpa doa, manusia cenderung mengandalkan hanya pada upaya duniawi, yang kadang terasa kosong. Do’a menyuntikkan ketenangan, sehingga keputusan yang diambil terasa lebih bijak.

Contoh sehari‑hari terlihat pada seorang karyawan yang menghadap deadline berat. Ia menutup mata sejenak, berdoa memohon kelancaran, lalu kembali bekerja dengan fokus yang meningkat. Hasilnya, proyek selesai tepat waktu dan atasan memberi pujian, menegaskan bahwa doa yang mustajab membuka pintu keberkahan.

Anda juga dapat menemukan inspirasi visual tentang kekuatan doa di kanal YouTube 3DuniaIndigo, di mana para pembicara membagikan kisah nyata yang menguatkan hati. Video‑video tersebut memperlihatkan bagaimana doa mengubah nasib, memberi bukti bahwa keajaiban tidak jauh dari kehidupan kita.

Dalam konteks Islam, do’a mustajab menegaskan hubungan langsung antara hamba dan Allah yang tak terhalang oleh perantara. Ini mengajarkan bahwa setiap langkah, baik kecil maupun besar, dapat diiringi dengan permohonan yang tulus. Dengan rutin mengamalkan doa, kita menyiapkan diri untuk menerima berkah yang tak terduga.

Secara praktis, berikut cara mengintegrasikan do’a mustajab dalam rutinitas harian:

  • Mulai hari dengan doa “Bismillahirrahmanirrahim” untuk melindungi segala aktivitas.
  • Selipkan doa singkat sebelum makan, bekerja, atau berinteraksi dengan orang lain.
  • Luangkan waktu 5‑10 menit setelah shalat untuk berdoa secara pribadi, menyesuaikan permohonan dengan kebutuhan hati.
  • Catat doa‑doa yang sudah terkabul sebagai pengingat bahwa Allah selalu mendengar.

Setelah menuliskan catatan doa‑doa yang sudah terkabul, langkah selanjutnya adalah memperkuat kualitas doa agar menjadi lebih mustajab. Di sinilah praktik‑praktik yang diangkat oleh www.EmirzalAndis.com menjadi panduan hidup yang dapat diterapkan secara mudah.

Cara Praktis Memperkuat Do’a Agar Lebih Mustajab (Inspirasi dari EmirzalAndis.com)

Konsep utama yang disampaikan EmirzalAndis.com adalah konsistensi dan keikhlasan. Do’a tidak hanya sekadar rangkaian kata, melainkan dialog batin yang menghubungkan hati hamba dengan Allah SWT. Ketika hati terasa bersih dan niat terarah, energi spiritual yang dihasilkan menjadi lebih kuat.

Mengapa konsistensi penting? Karena Allah menilai ketulusan melalui kebiasaan, bukan sekadar momen sesekali. Seorang muslim yang menjadikan doa sebagai bagian rutin hariannya—misalnya setelah shalat fardhu—menunjukkan komitmen yang tidak terpengaruh oleh keadaan eksternal. Contohnya, seorang mahasiswa yang setiap selesai kuliah menyempatkan 5 menit berdoa memohon kelancaran ujian, kemudian merasakan peningkatan fokus ketika mengerjakan soal.

  • Bangun dengan niat: Saat sahur atau sebelum bangun tidur, ucapkan doa “Bismillahirrahmanirrahim” dengan penuh harap. Ini menyiapkan mental untuk hari yang produktif.
  • Gunakan dzikir singkat: Membaca “Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar” sebanyak 33 kali setelah shalat dapat menambah kekhusyukan doa utama.
  • Catat permohonan spesifik: Tuliskan doa dalam buku kecil, misalnya “Ya Allah, mudahkan proses mencari pekerjaan”. Menulis mengunci niat di pikiran.
  • Evaluasi tiap minggu: Tinjau doa‑doa yang terkabul dan yang belum, lalu sesuaikan cara penyampaian agar lebih sesuai dengan kehendak Allah.

Contoh nyata yang dibagikan EmirzalAndis.com melibatkan seorang ibu rumah tangga yang rutin berdoa sebelum menyiapkan makanan untuk keluarga. Ia menambahkan doa “Ya Allah, berikan kami rezeki yang halal dan berkah”. Hasilnya, ia tidak hanya merasakan keberkahan dalam hidangan, tetapi juga menemukan kesempatan usaha katering kecil‑kecilan yang berkembang menjadi sumber pendapatan tambahan.

Praktik lain yang sering diulang adalah memanfaatkan waktu sahur dan tarawih pada bulan Ramadan. Do’a di waktu‑waktu ini memiliki keutamaan karena pintu rahmat Allah terbuka lebar. EmirzalAndis.com menekankan agar setiap muslim menyiapkan doa khusus “do’a mustajab dalam islam” pada saat berbuka, memohon kesehatan, ketenangan, dan keberkahan bagi diri serta orang terdekat.

Dengan mengikuti langkah‑langkah praktis ini, doa tidak lagi menjadi sekadar harapan, melainkan sebuah strategi spiritual yang terukur. Kesederhanaan rutinitas, didukung oleh niat tulus, membuat doa menjadi magnet keberkahan yang menembus segala rintangan duniawi.

Kesalahan Umum yang Membatalkan Keberkahan Do’a

Setiap tindakan doa yang tidak sadar dapat menurunkan efektivitasnya. Berikut beberapa kesalahan yang sering muncul, sekaligus cara menghindarinya agar “do’a mustajab dalam islam” tetap mengalir lancar.

1. Do’a tanpa khushu’. Membaca doa sambil terganggu oleh gadget atau pikiran lain mengurangi konsentrasi. Allah menilai hati yang terfokus, bukan sekadar lisan yang melantun. Contoh: Seorang pekerja yang mengucapkan doa di tengah rapat sambil menatap layar komputer cenderung tidak merasakan jawaban doa.

2. Harapkan hasil instan. Do’a bukan mesin otomatis yang menurunkan hasil dalam hitungan menit. Ketika seseorang mengharapkan jawaban segera tanpa bersabar, rasa kecewa bisa menutupi keberkahan yang sedang datang. Seorang pelajar yang terus memohon nilai A tanpa belajar keras akhirnya merasa frustasi ketika hasilnya tidak sesuai harapan.

3. Berdoa sambil melakukan dosa. Meminta ampun sambil tetap melanggar perintah Allah menimbulkan kontradiksi. Doa harus didampingi dengan usaha memperbaiki diri. Misalnya, seseorang yang memohon pekerjaan yang baik namun tetap menunda ibadah wajib akan menemukan hambatan dalam proses pencarian kerja.

4. Melupakan shalat sebagai fondasi. Shalat adalah tiang utama yang menegakkan doa. Tanpa shalat, doa menjadi seperti rumah tanpa pondasi; mudah roboh. Seorang muslim yang meninggalkan shalat berjamaah dan kemudian berdoa secara pribadi seringkali mengalami kebingungan spiritual.

Baca Juga: Daftar Menjadi Tim Relawan Andis 2020

5. Menggunakan bahasa yang tidak dimengerti hati. Do’a dalam bahasa yang terasa asing atau dipaksakan dapat menurunkan keikhlasan. Allah memahami bahasa hati, bukan sekadar susunan kata. Seseorang yang berdoa dalam bahasa asing tanpa memahami maknanya mungkin tidak merasakan kedalaman hubungan dengan Allah.

Untuk menghindari kesalahan‑kesalahan ini, EmirzalAndis.com menyarankan tiga langkah sederhana:

  • Persiapkan ruang hati: Sebelum berdoa, tarik napas dalam, tutup mata, dan fokuskan pikiran pada Allah.
  • Selaraskan perilaku: Pastikan tindakan sehari‑hari tidak bertentangan dengan permohonan doa, sehingga energi positif mengalir konsisten.
  • Berdoa dengan bahasa hati: Gunakan kata‑kata yang Anda rasakan, bukan sekadar rangkaian formalitas.

Dengan mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan umum, “do’a mustajab dalam islam” menjadi lebih mudah dijangkau. Setiap muslim dapat merasakan aliran keberkahan yang tak terputus, baik dalam urusan pribadi maupun dalam interaksi sosial. Kunci utamanya tetap pada keikhlasan, konsistensi, dan keselarasan antara doa serta tindakan. Karena pada akhirnya, doa yang mustajab membuka pintu keberkahan bukan hanya untuk diri sendiri, melainkan juga untuk orang‑orang di sekitar kita.

Setelah menelusuri segala dimensi “do’a mustajab dalam islam”—dari definisi teologis hingga tantangan praktis—saatnya menyentuh langkah nyata yang dapat kamu terapkan hari ini. Bagian praktis ini dirangkum dari pengalaman para pencari keberkahan di www.EmirzalAndis.com, sehingga kamu tak hanya membaca teori, melainkan merasakan perubahan dalam hidup.

Cara Praktis Memperkuat Do’a Agar Lebih Mustajab (Inspirasi dari EmirzalAndis.com)

  • Siapkan Ruang Hati – Duduklah di tempat tenang, tarik napas dalam tiga kali, tutup mata, dan fokuskan niat pada Allah. Biarkan pikiran mengalir bebas tanpa gangguan duniawi.
  • Konsistensi Waktu – Pilih dua momen utama: setelah shalat fardhu dan sebelum tidur. Kedua waktu ini memiliki energi spiritual yang tinggi, memudahkan doa naik ke Langit.
  • Bahasa Hati – Gunakan kata‑kata yang terasa alami di dalam hatimu, bukan sekadar rangkaian formalitas. Allah lebih mendengar keikhlasan daripada retorika.
  • Selaraskan Perilaku – Pastikan tindakan harian tidak berlawanan dengan permohonanmu. Misalnya, bila memohon rezeki, hindari menunda pekerjaan atau menolak peluang yang datang.
  • Do’a Bersama – Berdoa bersama keluarga atau sahabat dapat memperkuat niat kolektif. Rasulullah ﷺ mencontohkan pentingnya doa kolektif dalam banyak peristiwa.
  • Jurnal Do’a – Catat doa‑doa yang kamu ucapkan, tanggal, dan hasil yang muncul. Jurnal memberi kamu bukti nyata tentang keberkahan yang terbuka.

Dengan mengeksekusi enam langkah ini secara konsisten, “do’a mustajab dalam islam” tidak lagi sekadar harapan, melainkan realitas yang terasa dalam setiap napas kehidupanmu.

Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang do’a mustajab dalam islam

Apa yang dimaksud dengan do’a mustajab?

Do’a mustajab adalah doa yang dijawab Allah secara langsung atau melalui tanda-tanda kebijaksanaan-Nya, biasanya karena keikhlasan, kesungguhan, dan keselarasan dengan syariat.

Bagaimana cara mengetahui doa saya sudah mustajab?

Anda dapat merasakan kelegaan batin, perubahan situasi yang sesuai dengan permohonan, atau tanda-tanda lain seperti mimpi yang menguatkan. Kunci utamanya adalah rasa syukur setelah doa terkabul.

Apakah ada waktu terbaik untuk berdoa agar mustajab?

Waktu-waktu mustajab meliputi saat sahur, setelah shalat fardhu, di sepertiga malam, dan setelah shalat Maghrib. Memanfaatkan waktu-waktu ini meningkatkan peluang doa didengar.

Apakah semua doa harus diucapkan dalam bahasa Arab?

Tidak. Allah memahami bahasa hati; yang penting adalah keikhlasan dan pemahaman makna. Namun, mengucapkan doa dalam bahasa Arab dapat menambah keutamaan bila memang Anda menguasainya.

Bagaimana menghindari kesalahan yang membatalkan keberkahan doa?

Hindari dosa besar, jangan berdoa sambil menutup mata hati, serta pastikan tindakan sehari‑hari tidak kontradiktif dengan permohonan. Keselarasan antara niat, perkataan, dan perbuatan sangat penting.

Apakah do’a mustajab berbeda dengan dzikir?

Do’a adalah permohonan khusus, sementara dzikir adalah mengingat Allah. Keduanya dapat saling melengkapi; dzikir memperkuat hati sebelum berdoa, menjadikannya lebih mustajab.

Apakah ada amalan lain yang dapat meningkatkan keberkahan doa?

Ya, puasa sunnah, sedekah, dan membaca Al‑Qur’an secara rutin membantu membuka pintu keberkahan. Amalan-amalan ini menambah pahala dan menajamkan niat doa.

Kesimpulan

Do’a mustajab dalam islam bukan sekadar kata‑kata yang diucapkan, melainkan cerminan dari hati yang bersih, tindakan yang selaras, dan kesabaran yang kuat. Dari uraian di atas, tiga pilar utama muncul: keikhlasan sebagai bahan bakar, konsistensi sebagai jembatan, serta keselarasan antara doa dan perbuatan sebagai landasan.

Langkah nyata yang dapat kamu ambil mulai hari ini adalah mempraktikkan enam poin praktis yang telah disebutkan, mencatat setiap doa dalam jurnal, dan terus berusaha menyeimbangkan hidup dengan nilai-nilai Islam. Ketika hati, lidah, dan perbuatan bergerak dalam satu irama, pintu keberkahan akan terbuka lebar, tidak hanya untukmu, tetapi juga bagi orang‑orang di sekelilingmu.

Jangan ragu untuk menjelajahi www.EmirzalAndis.com untuk panduan lebih mendalam, artikel inspiratif, dan layanan yang membantu memperkuat spiritualitas serta kualitas hidupmu. Do’a yang tulus, dipadu dengan usaha nyata, akan menjadi kunci mengubah setiap tantangan menjadi peluang keberkahan yang berkelanjutan.

Do’a mustajab dalam Islam bukan sekadar ritual, melainkan dialog hidup antara hamba dan Sang Pencipta. Ketika hati dipenuhi keikhlasan, setiap kata yang terucap menjadi magnet keberkahan. Namun, banyak orang terjebak pada pola pikir atau kebiasaan yang malah menghalangi kekuatan doa. Berikut ini kami rangkum kesalahan‑kesalahan umum serta cara memperbaikinya, disertai tips lanjutan dari para praktisi yang telah merasakan dampak positifnya.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Memahami apa yang dapat menurunkan efektivitas doa memudahkan kita menata niat dan tindakan. Berikut 4 kesalahan nyata beserta alternatif yang benar:

  • Berdoa sambil sibuk dengan urusan duniawi. Ketika pikiran masih terikat pada pekerjaan atau media sosial, konsentrasi doa terpecah. Alternatif: Tetapkan waktu khusus—misalnya setelah shalat fardhu atau sebelum sahur—di mana gangguan minimal dan lingkungan tenang.
  • Memaksa hasil tanpa bersabar. Do’a yang dipenuhi keinginan mendesak sering kali mengabaikan takdir Allah. Alternatif: Sertakan istiqamah dan tawakkul dalam doa, sambil terus berusaha dan menunggu tanda-tanda Ilahi.
  • Mengulang‑ulang doa secara mekanis tanpa perasaan. Pengulangan tanpa rasa dapat membuat doa terasa hampa. Alternatif: Renungkan arti setiap lafaz, rasakan kehadiran Allah, dan hubungkan dengan kebutuhan hati yang sebenarnya.
  • Berdoa sambil berbuat maksiat atau melanggar etika Islam. Perbuatan yang bertentangan dengan syariat menutup pintu rahmat. Alternatif: Pastikan amal perbuatan bersih, misalnya dengan melakukan wudu, menjaga adab, dan memohon ampun sebelum memulai doa.

Tips Lanjutan dari Praktisi

Para ulama dan praktisi spiritual mengajukan beberapa strategi yang dapat memperdalam pengalaman do’a mustajab dalam Islam. Tips berikut dapat langsung dipraktekkan mulai hari ini:

  • Gunakan jurnal doa. Tuliskan doa, tanggal, dan harapan Anda. Membaca kembali catatan tersebut membantu mengevaluasi perkembangan spiritual dan menumbuhkan rasa syukur ketika doa terkabul.
  • Manfaatkan ayat-ayat Qur’an sebagai rangkaian doa. Misalnya, bacalah Surat Al‑Ikhlas, Al‑Falaq, dan An‑Nas setelah setiap doa utama. Kombinasi ini menambah keutamaan dan menenangkan jiwa.
  • Berdoa dalam bahasa hati. Jika bahasa Arab terasa berat, gunakan bahasa Indonesia yang tulus. Allah mendengar setiap seruan, asalkan niatnya bersih dan penuh harap.
  • Gabungkan doa dengan amal jariyah. Sumbangkan sedekah, ajarkan ilmu, atau bantu sesama. Amal tersebut menjadi “penopang” yang memperkuat doa, menjadikannya lebih “mustajab”.
  • Latih napas sadar (breath awareness) sebelum berdoa. Tarik napas dalam-dalam tiga kali, hembuskan perlahan sambil mengucapkan “Bismillah”. Teknik ini menenangkan sistem saraf, membuat hati lebih fokus pada Allah.

Dengan menghindari kesalahan‑kesalahan di atas dan mengaplikasikan tips lanjutan, do’a Anda akan lebih terarah, kuat, dan tentunya lebih mudah diterima. Ingat, keberkahan tidak datang secara kebetulan; ia tumbuh bersama niat, usaha, dan keikhlasan.

Jika Anda ingin menggali lebih dalam lagi tentang praktik spiritual yang terintegrasi dengan kehidupan modern, kunjungi www.EmirzalAndis.com. Di sana, Anda akan menemukan panduan lengkap, artikel inspiratif, dan layanan yang membantu menyeimbangkan antara ibadah dan aktivitas sehari-hari. Seperti tagline kami, “MY LIFE IS FOR ALLAH SWT”, setiap langkah kecil yang Anda ambil dapat menjadi pintu gerbang menuju keberkahan yang berkelanjutan.


Tonton Video Terkait

📹 Lihat Video

Jangan Lewatkan! Tonton Video di atas dan Pelajari Lebih Lanjut.

Klik di Sini untuk Info Lebih Lanjut

Doa Mustajab Melunasi Utang, Baca Sebelum Tidur

Hits: 19

Doa Mustajab Melunasi Utang, Baca Sebelum Tidur

Setelah membaca doa melunasi utang, dianjurkan tidur dalam keadaan berbaring pada sisi kanan.

Utang piutang adalah perkara yang lazim kita temui di tengah masyarakat. Islam membolehkan hukum utang piutang karena termasuk akad ta’awun (tolong menolong).

Dari Ibnu ‘Umar, bersabda: “Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki utang satu dinar atau satu dirham, maka utang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR. Ibnu Majah)

Bagaimana cara agar bisa melunasi utang? Berikut doa yang diajarkan Rasulullah SAW. Doa ini dianjurkan dibaca sebelum tidur.

Telah diceritakan dari Zuhair bin Harb, telah diceritakan dari Jarir, dari Suhail, ia berkata, “Abu Shalih telah memerintahkan kepada kami apabila salah seorang di antara kami hendak tidur, hendaklah berbaring di sisi kanan kemudian mengucapkan:

اَللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ، فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى، وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَاْلإِنْجِيْلِ وَالْفُرْقَانِ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ. اَللَّهُمَّ أَنْتَ اْلأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ اْلآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُوْنَكَ شَيْءٌ، اِقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ وَأَغْنِنَا مِنَ الْفَقْرِ

Allahumma robbas-samaawaatis sab’i wa robbal ‘arsyil ‘azhiim, robbanaa wa robba kulli syai-in, faaliqol habbi wan-nawaa wa munzilat-tawrooti wal injiil wal furqoon. A’udzu bika min syarri kulli syai-in anta aakhidzum binaa-shiyatih. Allahumma antal awwalu falaysa qoblaka syai-un wa antal aakhiru falaysa ba’daka syai-un, wa antazh zhoohiru fa laysa fawqoka syai-un, wa antal baathinu falaysa duunaka syai-un, iqdhi ‘annad-dainaa wa aghninaa minal faqri.

Artinya:

“Ya Allah, Tuhan yang menguasai langit yang tujuh, Tuhan yang menguasai ‘Arsy yang agung, Tuhan kami dan Tuhan segala sesuatu. Tuhan yang membelah butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah, Tuhan yang menurunkan kitab Taurat, Injil dan Furqan (Alqur’n). Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau memegang ubun-ubunnya (semua makhluk atas kuasa Allah). Ya Allah, Engkaulah yang awal, sebelum-Mu tidak ada sesuatu. Engkaulah yang terakhir, setelahMu tidak ada sesuatu. Engkaulah yang lahir, tidak ada sesuatu di atas-Mu. Engkaulah yang batin, tidak ada sesuatu yang luput dari-Mu. Lunasilah utang kami dan berilah kami kekayaan (kecukupan) hingga terlepas dari kefakiran.” (HR Muslim)

Imam Nawawi rahimahullah menyatakan maksud utang dalam hadits ini adalah kewajiban kepada Allah Ta’ala dan kewajiban terhadap hamba seluruhnya. Intinya mencakup segala macam kewajiban. (Syarh Shahih Muslim, 17: 33).

Dalam hadits tersebut juga diajarkan adab sebelum tidur yaitu berbaring pada sisi kanan. Disunnahkan untuk berwudhu terlebih dahulu. Selamat mengamalkan!

وَاِذَا تُتۡلٰى عَلَيۡهِ اٰيٰتُنَا وَلّٰى مُسۡتَكۡبِرًا كَاَنۡ لَّمۡ يَسۡمَعۡهَا كَاَنَّ فِىۡۤ اُذُنَيۡهِ وَقۡرًا‌ۚ فَبَشِّرۡهُ بِعَذَابٍ اَلِيۡمٍ

Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbatan di kedua telinganya, maka gembirakanlah dia dengan azab yang pedih.

(QS. Luqman:7)

Lelaki yang doanya selalu dikabulkan Allah

Hits: 64

Lelaki Yang Doanya Selalu Dikabulkan Allah

DI dalam Shahih Muslim, Usair bin Jabir meriwayatkan bahwa setiap datang masyarakat rombongan Yaman, Khalifah Umar bin Khathab radiallahu anhu selalu bertanya, “Apakah di antara kalian ada yang bernama Uwais bin Amir?” Ada apa sebenarnya dengan Uwais? Mengapa orang sehebat Umar bin Khathab bertanya tentang Uwais? Kita lihat bagaimana selanjutnya kisah ini.

Begitu Uwais datang, Umar berkata, “Apakah kamu Uwais bin Amir?” Uwais menjawab, “Iya benar.” Umar bertanya lagi untuk meyakinkan, “Apakah kamu berasal dari masyarakat Murat kemudian masyarakat Qaran?” Uwais menjawab, “Iya.” Kemudian Umar bertanya lagi, “Dulu kamu pernah punya sejarah sakit, berubah warna kulitnya kemudian sembuh tapi tersisa hanya sebesar uang dirham dan masih ada bekasnya?” Uwais menjawab, “Ya.”

Kemudian Umar masih bertanya lagi untuk meyakinkan, “Kau punya seorang ibu?” Kemudian Uwais menjawab, “Ya.” Barulah Umar yakin dengan semua data yang ditanyakan. Ternyata, Uwais al-Qarni ini telah disebut-sebut oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika beliau masih hidup.

Padahal Uwais tidak pernah bertemu dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Tentang barokahnya Uwais ini, Rasulullah sampai berkata, “Akan datang kepada kalian, seseorang bernama Uwais ibn Amir bersama rombongan masyarakat Yaman. Dia berasal dari Murat kemudian dari Qaran. Dia pernah sakit kemudian berubah warna kulitnya, dan ketika sembuh yang tersisa hanya sebesar dirham. Dia punya seorang ibu, betapa baktinya Ia kepada ibunya.”

Ternyata semua yang ditanyakan Umar, itulah kalimat Nabi. Umar ingin memperjelas data ini, benarkah data ini? Kalau memang benar, maka benarlah ia Uwais ibn Amir. Apa istimewanya Uwais? Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam melanjutkan, “Kalau ia bersumpah Demi Allah, Allah akan penuhi permintaannya.” Subhanallah. Ada orang yang kalau dia berdoa dan bermunajat, pasti Allah kabulkan. Selanjutnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan, “Kalau ada di antara kalian yang bisa mendapatkan doa ampunan dari Uwais, maka mintalah.”

Maka Umar bin Khattab bertanya tentang Uwais itu untuk meminta doa ampunan ini, karena pasti dikabulkan. Semua permintaan Uwais pasti dikabulkan oleh Allah subhana wa taala. Maka Umar berkata, “Mohonkan ampun untuk saya.” Maka Uwais pun memohonkan ampun. Dan begitulah Uwais al-Qorni. Kemudian, bahkan di tahun berikutnya ketika ada rombongan Yaman lagi, Umar masih bertanya, “Uwais ada tidak bersama kalian?”

Ternyata dijawab, “Uwais tidak punya bekal sehingga dia tidak ikut bersama kami.” Dan kemudian orang itu bertanya, “Mengapa kamu bertanya tentang Uwais?” Kemudian Umar menyampaikan hadis Nabi tentang Uwais tadi. Begitu orang itu pulang, orang itu meminta agar didoakan, dimohonkan ampun oleh Uwais. Uwais berkata, “Kamu yang baru pulang dari perjalanan mulia yaitu perjalanan haji, maka kamu yang mendoakan saya.”

Orang yang baru pulang haji berkata, “Tidak, kaulah yang mendoakan aku. Doakan aku.” Kemudian akhirnya Uwais bertanya, “Pasti kamu bertemu Umar?” Dia berkata, “Iya.”

Maka kemudian Uwais mendoakannya. Subhanallah, ini orang yang mahal. Perlu kita catat dan digaris tebal ini bahwa ini orang yang mahal untuk zaman seperti ini. Ketika nyaris rasanya sulit mencari orang yang doanya langsung didengar Allah subhana wa taala karena terlalu banyak memasukkan barang yang haram. Maka kalau hari ini ada yang doanya langsung didengar oleh Allah subhana wa taala, betapa mahalnya orang itu. Dan ternyata salah satu cara untuk menjadi orang barokah seperti Uwais, sehingga doanya selalu didengar oleh Allah subhana wa taala adalah kalimat Rasul: Bahwa Uwais mempunyai ibu dan betapa baktinya ia kepada ibunya. Berbaktilah kepada kedua orangtua agar hidup kita diberkahi oleh Allah subhana wa taala, sehingga setiap kita meminta, Allah pasti akan mengabulkannya.

Semoga Allah subhana wa taala memberkahi kita semua. Wallahu taala alam bishowab.